detikcom
Sabtu, 07/09/2013 02:05 WIB

Helikopter SAR akan Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Nias

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan, - Proses evakuasi para korban yang tewas dalam kecelakaan kapal di Nias Selatan akan dilakukan dengan menggunakan helikopter milik SAR. Jenazah para korban akan dibawa ke Medan.

Kepala Badan Kesbangpolinmas Pemprov Sumut Eddy Syofian menjelaskan, rencananya helikopter SAR akan berangkat pada Kamis (7/9/2013) pagi menuju Pulau Tello, Kecamatan Pulau-pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan. Para korban saat ini ada di sana.

"Para korban akan dibawa ke Bandara Pinang Sori di Tapanuli Tengah, untuk kemudian diterbangkan ke Medan,” kata Eddy Syofian kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (6/9/2013) malam.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Medan, Joni Superiadi menyatakan, helikopter Bolkow milik SAR akan berangkat dari Medan menuju Tapanuli Tengah pada pukul 07.00 WIB. Diperkirakan waktu tempuh sekitar dua jam.

"Setelah mengisi avtur di sana, heli langsung menuju Pulau Tello dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam setengah," kata Joni.

Proses evakuasi akan bergantung situasi di lokasi termasuk kondisi cuaca.

Diberitakan sebelumnya, kapal yang ditumpangi Tim Evaluasi Kecamatan Terbaik Sumut 2013 karam karena dihantam ombak dan cuaca buruk di perairan Pulau-pulau Batu, di Kabupaten Nias Selatan, kemarin (5/9) sore.

Saat kejadian ada 11 penumpang di kapal, dan 5 orang di antaranya tewas. Saat ini sedang dilakukan pencarian terhadap tiga orang yang dinyatakan hilang.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/fdn)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%