Selasa, 03/09/2013 20:19 WIB

Penjelasan PLN Soal Padamnya Listrik di Jateng-DIY

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jakarta - Listrik di sejumlah wilayah di Jateng dan DI Yogyakarta padam sejak sore. PLN masih berusaha mengatasi. Berikut penjelasan PLN terhadap masalah itu.

"Sore ini, sekitar jam 16.20 Wib terjadi gangguan IBT 150 kV pada sub sistem Ungaran yang mengakibatkan sistim Jateng kehilangan daya 1620 MW dari perkiraan beban puncak 2300 MW," kata Humas PLN Distribusi Jateng-DIY Supriyono kepada detikcom, Selasa (3/9/2013) petang.

Sebagian besar wilayah Jateng terkena dampak gangguan ini. Sementara untuk Klaten, Solo, sebagian Yogya, sebagian Kudus, dan sebagian Semarang pasokan listrik relatif normal.

"Saat ini masih diupayakan penanggulangan gangguan untuk menormalkan kembali pasokan listrik," jelasnya.

"Untuk itu, PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama terjadinya gangguan pasokan listrik," tambahnya.

Laporan yang diterima detikcom, listrik di Kota Semarang, Magelang, Banyumas, dan sejumlah wilayah di Yogyakarta padam. Lalu lintas sempat kacau karena traffic light ikut padam.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(try/trq)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%