detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 27/08/2013 10:24 WIB

Ini Agenda Rakernas PDIP September Mendatang, Bahas Pencapresan Jokowi?

M Iqbal - detikNews
Jakarta - PDIP akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) menghadapi Pemilu 2014 pada 6 September. Setidaknya ada 3 agenda yang akan dibahas dalam rapat konsolidasi PDIP se-Indonesia itu. Apa saja?

"Agenda Rakernas berkonsentrasi pertama, pada upaya memenangkan Pemilu Legislatif (Pileg) guna memenuhi prasyarat pemenangan Pemilu Presiden (Pilpres)," kata Wasekjen PDIP Hasto Kristianto dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (27/8/2013).

Kedua, mengkonsolidasikan seluruh jajaran partai untuk mendorong sinergi 3 pilar partai yaitu eksekutif, legislatif dan struktural partai.

"Ketiga, mempersiapkan konsepsi penyelenggaraan pemerintahan ke depan. Rakernas yang memiliki bobot politik yang tinggi tentu saja juga akan membahas dinamika politik nasional dan internasional," tutur Hasto.

Sementara itu, Wakil Ketua Bappilu PDIP TB Hasanuddin sebelumnya menyatakan Rakernas juga akan membahas dinamika pencapresan. Terutama nasib Joko Widodo yang makin menguat sebagai kandidat capres di berbagai survei nasional.

"Kita akan Rakernas 6 September, nanti akan dibahas semuanya termasuk soal capres. Apakah Jokowi jadi capres atau tidak, kalau jadi seperti apa, lalu bagaimana kita menghitungnya?," kata TB Hasanuddin, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/8).


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
0%
Kontra
100%