Minggu, 25/08/2013 05:21 WIB

Lurah Susan, Kopassus, dan Cita-cita Lihat Lenteng Agung dari Udara

Prins David Saut - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Lurah Susan
Jakarta - Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli (43) baru beberapa bulan menjabat. Tapi mungkin, kerja yang dia habiskan lebih banyak di luar daripada duduk di ruangan kantornya di Jl Agung Raya, Lenteng Agung, Jaksel.

"Kalau cuma duduk saja saya capek," kata Susan saat ditemui Sabtu (24/8/2013) malam di kantornya.

Ibu satu anak ini menempati posisi sekarang setelah lulus lelang jabatan yang digelar Jokowi. Dahulu dia lama berkarier di BKKBN, kemudian di bagian sarana dan prasarana Kelurahan Senen.

Kala blusukan menyapa warga di 10 RW yang ada di Lenteng Agung, awalnya Susan hanya seorang diri. Tapi kemudian beberapa stafnya menyarankan agar dia ditemani petugas Satpol PP, untuk berjaga-jaga.

"Saya lebih suka sendirian. tapi waktu masuk sini, mereka bilang ibu itu pimpinan wilayah dan mereka tidak mau terjadi apa-apa sama ibu. Ya sudah akhirnya saya keliling wilayah sama anggota Satpol PP saya satu orang itu, sekalian saya minta pegang kamera buat dokumentasi," terang ibu satu anak ini.

Susan memang kerap mengabadikan dengan foto kala blusukan. Foto itu nanti akan dia jadikan referensi untuk melakukan perbaikan, mulai dari jalan berlubang sampai kerusakan sarana dan prasarana layanan masyarakat.

Susan punya pengalaman unik kala blusukan. Salah satunya waktu acara Gubernur DKI Jokowi melakukan bersih-bersih Kali Ciliwung dengan Kopassus. Susan pun segera bergerak, Lenteng Agung juga dilintasi Kali Ciliwung.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vid/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%