detikcom
Rabu, 21/08/2013 20:14 WIB

Kasus Raibnya Tali Pusar di Singapura, Terdakwa Dituntut 2 Tahun Bui

Rivki - detikNews
Jakarta - Komisaris PT Krista Medika Yuri Puji Listiyani dan Dewan Komisaris PT Krista Medika dr RR R Nani Permadhi Kolopaking, dituntut dua tahun penjara. Mereka dituntut karena kasus dugaan hilangnya tali pusar milik Julita Indrawadi Suryadi yang disimpan di bank tali pusar Stemcord LTD, yang berada di Singapura.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fahmi Iskandar, menuntut kedua petinggi PT Krista yang merupakan rekanan bank Tali pusar Stemcord LTD cabang Singapura dengan pasal penipuan. Keduanya dituding melanggar pasal 378 KUHP juncto pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.

"Terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 378 dan 372 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP, sehingga terdakwa 1 dan terdakwa 2 dituntut selama dua tahun penjara," tuntut JPU Fahmi dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jl Gadjah Mada, Rabu (21/8/2013).

Atas tuntutan ini pihak Julita mengaku tidak puas. Alasannya hukuman ini tidak maksimal sesuai pasal yang diberikan. Sebagaimana diketahui, pasal 378 dan 372 KUHP memiliki ancaman maksimal penjara 4,5 tahun penjara. Tentunya, tuntutan ini hanya setengah dari hukuman maksimal.

"Selain itu para terdakwa itu sering tidak hadir di persidangan oleh karena itu kita anggap mereka tidak kooperatif dan kita berharap dihukum maksimal," kata pengacara Julita, Gabriel Goa usai sidang di PN Jakpus.

Gabriel sampai saat ini masih mempertanyakan mengapa tali pusar yang dimiliki oleh Ibu Julita tidak dihadirkan sebagai barang bukti. Atas pertanyaan itu majelis beranggapan kalau tali pusar itu berada di Singapura. Dengan demikian itu bukanlah kewenangan wilayah hukum Indonesia.

Kasus ini bermula saat Julita menyimpan tali pusar anak ketiganya pada 10 Agustus 2006. Dia mengeluarkan kocek sebesar SGD 2 ribu dan harus membayar iuran SGD 267 per tahun.

Pada 2010 saat dirinya hendak mengambil tali pusar tersebut, benda titipannya hilang entah ke mana dan dituding tidak pernah melakukan pembayaran atau iuran tahunan.

Bank tali pusar adalah investasi kesehatan masa depan karena darah tali pusar mengandung sel induk yang dapat membantu perbaikan jaringan tubuh yang rusak. Dalam dunia kedokteran, sel induk atau sel punca digunakan untuk mengisi tubuh setelah pengobatan kanker.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%