detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Rabu, 21/08/2013 20:14 WIB

Kasus Raibnya Tali Pusar di Singapura, Terdakwa Dituntut 2 Tahun Bui

Rivki - detikNews
Jakarta - Komisaris PT Krista Medika Yuri Puji Listiyani dan Dewan Komisaris PT Krista Medika dr RR R Nani Permadhi Kolopaking, dituntut dua tahun penjara. Mereka dituntut karena kasus dugaan hilangnya tali pusar milik Julita Indrawadi Suryadi yang disimpan di bank tali pusar Stemcord LTD, yang berada di Singapura.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fahmi Iskandar, menuntut kedua petinggi PT Krista yang merupakan rekanan bank Tali pusar Stemcord LTD cabang Singapura dengan pasal penipuan. Keduanya dituding melanggar pasal 378 KUHP juncto pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.

"Terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 378 dan 372 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP, sehingga terdakwa 1 dan terdakwa 2 dituntut selama dua tahun penjara," tuntut JPU Fahmi dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jl Gadjah Mada, Rabu (21/8/2013).

Atas tuntutan ini pihak Julita mengaku tidak puas. Alasannya hukuman ini tidak maksimal sesuai pasal yang diberikan. Sebagaimana diketahui, pasal 378 dan 372 KUHP memiliki ancaman maksimal penjara 4,5 tahun penjara. Tentunya, tuntutan ini hanya setengah dari hukuman maksimal.

"Selain itu para terdakwa itu sering tidak hadir di persidangan oleh karena itu kita anggap mereka tidak kooperatif dan kita berharap dihukum maksimal," kata pengacara Julita, Gabriel Goa usai sidang di PN Jakpus.

Gabriel sampai saat ini masih mempertanyakan mengapa tali pusar yang dimiliki oleh Ibu Julita tidak dihadirkan sebagai barang bukti. Atas pertanyaan itu majelis beranggapan kalau tali pusar itu berada di Singapura. Dengan demikian itu bukanlah kewenangan wilayah hukum Indonesia.

Kasus ini bermula saat Julita menyimpan tali pusar anak ketiganya pada 10 Agustus 2006. Dia mengeluarkan kocek sebesar SGD 2 ribu dan harus membayar iuran SGD 267 per tahun.

Pada 2010 saat dirinya hendak mengambil tali pusar tersebut, benda titipannya hilang entah ke mana dan dituding tidak pernah melakukan pembayaran atau iuran tahunan.

Bank tali pusar adalah investasi kesehatan masa depan karena darah tali pusar mengandung sel induk yang dapat membantu perbaikan jaringan tubuh yang rusak. Dalam dunia kedokteran, sel induk atau sel punca digunakan untuk mengisi tubuh setelah pengobatan kanker.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rvk/asp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close