Detik.com News
Detik.com

Rabu, 21/08/2013 16:04 WIB

Terseret Kasus Korupsi, Rektor Unsoed Ditahan Usai Diperiksa 4 Jam

Arbi Anugrah - detikNews
Terseret Kasus Korupsi, Rektor Unsoed Ditahan Usai Diperiksa 4 Jam Rektor Unsoed Edy Yuwono (berbaju batik) digiring ke tahanan (dok.kejari pwt)
Jakarta - Penahanan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Dr Edy Yuwono dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto, A Dita Prawitaningsih. Rektor ditahan setelah menjalani serangkaian pemeriksaan sejak pagi hari.

"Pada hari ini, 3 orang tersangka kasus Unsoed sudah kita masukkan ke LP Purwokerto," kata Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto, A Dita Prawitaningsih didampingi oleh Kasi Intel Sunarwan kepada wartawan, Rabu (21/8/2013).

Menurut Dita, ketiga tersangka yang dibawa ke LP Purwokerto dilakukan bersamaan setelah sebelumnya mereka datang ke Kejari pada pukul 09.00 WIB,

"Mereka kita panggil pukul 09.00 WIB. Yang bersangkutan juga datang pukul 09.00 WIB lebih sedikit, seperti biasa kita lakukan pemeriksaan," ujarnya.

Setelah diperiksa selama 4 jam, dosen Fakultas Biologi Unsoed lalu ditahan di LP Purwokerto. Lokasi penahanan ini berada di jantung kota Purwokerto atau selatan alun-alun Purwokerto.

Dita menjelaskan, hari ini tiga orang tersangka langsung ditahan. Sementara untuk tersangka lainnya masih menunggu proses.

"Hari ini hanya tiga, semua kita melakukan pengungkapan perkara ada tekniknya yang mana yang lebih dulu mana yang tidak, untuk tersangka lain tunggu nanti akan dikasih tahu," ujarnya.

Ada tiga tersangka yang di duga terlibat dalam kasus penyelewengan dana hibah terikat kerjasama Unsoed dengan PT Antam sebesar Rp 5,8 miliar degan nilai kerugian negara mencapai Rp 2 miliar. Dana tersebut merupakan program CSR untuk melakukan rehabilitasi lahan bekas tambang pasir besi di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Purworejo.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%