Detik.com News
Detik.com
Selasa, 20/08/2013 08:47 WIB

Revitalisasi Kali Ciliwung, 997 Rumah di Kampung Melayu Bakal Dibongkar

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Revitalisasi Kali Ciliwung, 997 Rumah di Kampung Melayu Bakal Dibongkar
Jakarta - Sebanyak 997 rumah di Kelurahan Kampung Melayu terkena program revitalisasi kali Ciliwung. Kurang lebih sekitar 32.395 jiwa penduduk yang tinggal di bantaran kali akan dikosongkan untuk pelebaran kali Ciliwung.

"Semua RW terkena, walau masing-masing RW hanya beberapa RT saja diantaranya yang terkena. Data awal yang kami kumpulkan bersama RT dan RW, totalnya ada sekitar 997 rumah dengan jumlah sekitar 1800an KK yang akan terkena," ujar Kepala Seksi Pemerintahan dan Ketentraman Ketertiban Kelurahan Kampung Melayu, Suparyo saat dikonfirmasi, Selasa (20/8/2013)

Suparyo menjelaskan program revitalisasi tersebut untuk meluaskan kali Ciliwung hingga selebar 35 meter. Sementara sisi kanan kiri bantaran kali, rencananya akan dibuat trase kering seluas 7,5 meter untuk jalan inspeksi, taman, dan saluran air.

"Kalau sekarang lebar kali aja cuma 10 meter, sejauh ini total luas untuk program revitalisasi akan meluas menjadi 50 meter, yang dibagi untuk pelebaran kali dan trase kering. Sementara untuk pelebaran di wilayah Kampung Melayu bervariasi antara 20 sampai 30 meter," tuturnya.

Sosialisasi pembebasan lahan untuk revitalisasi atau pelebaran Kali Ciliwung sudah dilakukan sejak akhir Juni 2013. Menurutnya sosialisasi dilakukan oleh Tim P2T Jakarta Timur, yang terdiri dari BPN, Dinas PU, dan Dinas Perumahan.

"Sosialisasi yang sudah dilakukan dari Rw 04 sampai dengan Rw 08, sedangan Rw 01 sampai Rw 03 belum kita sosialisasikan. Sejauh ini mereka cukup antusias lantaran sering terkena banjir, justru menantang kapan rumahnya akan diukur," tandasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%