detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 16:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 19/08/2013 09:43 WIB

KPK Periksa Setya Novanto Sebagai Saksi Rusli Zainal

Fajar Pratama - detikNews
Setya Novanto/dok detikcom
Jakarta - KPK memanggil Bendahara Umum Golkar Setya Novanto. Pria yang juga merupakan ketua Fraksi Golkar DPR ini diperiksa sebagai saksi untuk Rusli Zainal, Gubernur Riau nonaktif yang menjadi tersangka kasus PON.

Setya sudah hadir di kantor KPK sebelum pukul 08.45 WIB. Mengenakan kemeja warna biru, Setya duduk di pojok ruang tunggu.

Koordinator Divisi Hukum Golkar Rudi Alfonso mendampingi Setya dalam pemeriksaan ini. Rudi menyatakan Setya diperiksa untuk Rusli Zainal.

"Pak Setya datang memenuhi panggilan, sebagai saksi untuk Pak Rusli," ujar Rudi di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (19/8/2013).

Menurut Rudi, pemanggilan Setya ini terkait dengan upaya melengkapi berkas penyidikan Rusli yang tengah dilakukan KPK. "Karena Pak Rusli kan mau pelengkapan berkas juga," kata Rudi.

Rusli Zainal kini menjadi penghuni rutan KPK. Dia dijerat dengan pasal melakukan korupsi pengesahan bagan kerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada tanaman industri Pelalawan, Riau, pada 2001-2006.

Rusli juga disangka menerima suap dan melakukan suap terkait revisi pembahasan Perda Nomor 6 Tahun 2010 terkait pembangunan venue lapangan tembak PON 2012 di Riau.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fjr/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%