Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 17/08/2013 09:57 WIB

Sejumlah Pejabat Mulai Padati Istana Merdeka Peringati 17 Agustus

Rivki - detikNews
Jakarta - Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, akan digelar pagi ini di halaman Istana Merdeka. Sejumlah tamu-tamu undangan seperti menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dan pejabat setingkat menteri sudah mulai berdatangan.

Terlihat para tamu negara sejak pukul 09.00 WIB sudah memadati halaman Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Sabtu (17/8/2013).

Tamu-tamu yang sudah datang ke Istana adalah, Mantan Wapres RI Jusuf Kalla, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Menteri ESDM Jero Wacik, Menkopolhukam Djoko Suyanto, dan beberapa pejabat negara lainnya.

Komandan Upacara 17 Agustus pada tahun ini adalah Kolonel Penerbang Ronald Lucas Siregar. Adelina Tesalonika Riswantyo didaulat menjadi pembawa baki bendera, didampingi Mohammad Rayhan Akbar asal Jawa Barat dan Gilbert Karamoy asal Sulawesi Utara yang masing-masing bertindak sebagai pengerek dan pembentang bendera.

Sementara, komandan kelompok 17 paskibraka dipimpin Gusti Komang Arya Baskhara asal Bali dan Dani Julianto asal Kalimantan Tengah menjadi komandan kelompok 8 paskibraka.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rvk/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%