detikcom

Kamis, 15/08/2013 08:24 WIB

AJI Ingatkan Polisi Tuntaskan Kasus Pembunuhan Udin Bernas

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - 17 tahun berlalu, kasus kematian Fuad Muhammad Syarifuddin atau Udin Bernas, masih menjadi misteri. Siapa pembunuh dan dalang dibalik kematian sang kuli tinta itu belum juga terkuak. Tinggal menghitung mundur waktu, 16 Agustus 2014 kasus tersebut kadaluwarsa.

"Kami ingin terus mengingatkan kepada polisi untuk menyelesaikan kasus ini," kata anggota Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Aryo Wisanggeni, saat berbincang dengan detikcom via telepon seluler, Rabu (14/8/2013) malam.

Penuntasan kasus Udin, papar Aryo, seharusnya dijadikan momentum oleh pihak kepolisian sebagai bagian untuk menunjukan bila kepolisian berpihak kepada penegakan hukum.

"Dan bukan sebagai sebuah lembaga yang didikte oleh negara. Dan dalam kasus Udin, polisi tidak menunjukan itu," tegasnya.

Menurut Aryo, penuntasan kasus Udin menjadi penting karena dapat menjadi cerminan dimana para pelaku kekerasan terhadap jurnalis harus berhadapan dengan hukum. Di sisi lain, kekerasan terhadap jurnalis kian marak karena adanya pengabaian hukum terhadap para pelaku tindak kekerasan itu sendiri.

"Pelaku kekerasan yang dilakukan pejabat publik tidak pernah diproses hukum. Ini kan menjadikan orang abai terhadap tugas dan fungsi jurnalis," ujarnya.

AJI sendiri terus melakukan pemantauan dan kampanye terkait kasus ini. Komunikasi dengan pihak kepolisian, dalah hal ini Polda DIY, juga dilakukan. Komunikasi terakhir adalah melalui surat yang balasan dari Polda DIY kepada AJI yang berisi pemberitahuan kasus.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ahy/bil)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%