detikcom
Selasa, 13/08/2013 17:54 WIB

Begini Perbedaan Air Soft Gun dan Air Gun

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ilustrasi
Jakarta - Beberapa aksi penembakan misterius marak terjadi di Jakarta. Baru-baru ini rumah mewah seorang perwira pertama Polri Andreas Tulam di Cipondoh, Tangerang, ditembaki orang tidak dikenal.

Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikhwanto menduga pelaku menggunakan senjata air soft gun.

Direktur Keamanan Negara (Kamnag) Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri, Brigjen Pol Setyo Wasisto menerangkan, perbedaan dua jenis senjata tersebut. Meski salah satunya, air soft gun (senjata angin berdaya rendah), masuk dalam golongan senjata mainan berskala 1:1 dengan senjata asli.

Perbedaan tersebut terdapat dalam teknis kerja dua senjata tersebut. Bila air soft gun memiliki tekanan angin lebih rendah, 0,5 sampai 1,5 joule sementara air gun (senjata angin tekanan tinggi) memiliki tekanan dua kali dari air soft gun, yaitu mencapai 3-5 joule. Dan bisa lebih tinggi lagi tekanannya bila dimodifikasi.

Selain itu, peluru yang digunakan kedua jenis senjata itu berbeda. Air soft gun menggunakan peluru plastik bulat dengan bobot 0,4 sampai 0,4 gram. Sedangkan air gun menggunakan peluru timah bulat atau biasa disebut gotri dengan bobot 1 sampai 1,5 gram.

"Air gun ini bisa memecahkan kaca, triplek, serta membahayakan kalau disasar ke tubuh seseorang walaupun jaraknya mencapai 6 meter," kata Setyo saat ditemui di ruang kerjanya, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2013).

"Air gun dilarang, karena ini mematikan," imbuhnya.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%