detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 12/08/2013 15:16 WIB

Kraton Yogyakarta Beri Gelar Putri Keempat Sultan yang akan Menikah

Bagus Kurniawan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Yogyakarta - Raja Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menikahkan putri keempat, GRAj Nurabra Juwita. Angger Pribadi Prabowo telah melamar sang putri pada tanggal 20 Juni 2013 lalu.

Kraton Ngayogyakarto hari ini menggelar wisuda pemberian nama bagi calon mempelai GRAj Nurabra Juwita dan Angger Pribadi Prabowo, Senin (12/8/2013). Dalam wisuda pemberian nama, GRAj Nurabra Juwita bergelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu. Sedangkan calon suaminya bergelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro.

Kedua pasangan yang akan menikah 22 Oktober 2013 mendatang. Pemberian gelar tersebut merupakan salah satu rangkaian dari proses menuju ke pelaminan.

Juru bicara Kraton Yogyakarta, KRT Jatiningrat mengatakan Hayu berarti ayu, becik (baik), slamet dan reja. Selain cantik rupanya, GKR Hayu diharapkan selalu memperoleh perlindungan keselamatan dari Allah SWT.

"Kalau Notonegoro itu diambil dari pemikir filsafat dari Indonesia, yakni Profesor Notonegoro," ujarnya.

Notonegoro pernah mengusulkan kepada Bung Karno agar Indonesia kembali berpegang pada UUD 1945. "Noto juga berarti raja atau pemimpin," kata Jatiningrat.

Menurut dia, sedikitnya ada 3 putri raja Kraton Yogyakarta yang pernah menyandang gelar GKR Hayu. Nama Hayu dipakai oleh putri Sultan HB II yang kemudian menjadi istri Paku Alam I. Selanjutnya, putri Sultan HB VI yang melahirkan para bupati-di wilayah pesisiran Jawa bagian utara.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(bgs/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%