detikcom
Senin, 12/08/2013 15:16 WIB

Kraton Yogyakarta Beri Gelar Putri Keempat Sultan yang akan Menikah

Bagus Kurniawan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Yogyakarta - Raja Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menikahkan putri keempat, GRAj Nurabra Juwita. Angger Pribadi Prabowo telah melamar sang putri pada tanggal 20 Juni 2013 lalu.

Kraton Ngayogyakarto hari ini menggelar wisuda pemberian nama bagi calon mempelai GRAj Nurabra Juwita dan Angger Pribadi Prabowo, Senin (12/8/2013). Dalam wisuda pemberian nama, GRAj Nurabra Juwita bergelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu. Sedangkan calon suaminya bergelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro.

Kedua pasangan yang akan menikah 22 Oktober 2013 mendatang. Pemberian gelar tersebut merupakan salah satu rangkaian dari proses menuju ke pelaminan.

Juru bicara Kraton Yogyakarta, KRT Jatiningrat mengatakan Hayu berarti ayu, becik (baik), slamet dan reja. Selain cantik rupanya, GKR Hayu diharapkan selalu memperoleh perlindungan keselamatan dari Allah SWT.

"Kalau Notonegoro itu diambil dari pemikir filsafat dari Indonesia, yakni Profesor Notonegoro," ujarnya.

Notonegoro pernah mengusulkan kepada Bung Karno agar Indonesia kembali berpegang pada UUD 1945. "Noto juga berarti raja atau pemimpin," kata Jatiningrat.

Menurut dia, sedikitnya ada 3 putri raja Kraton Yogyakarta yang pernah menyandang gelar GKR Hayu. Nama Hayu dipakai oleh putri Sultan HB II yang kemudian menjadi istri Paku Alam I. Selanjutnya, putri Sultan HB VI yang melahirkan para bupati-di wilayah pesisiran Jawa bagian utara.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
66%
Kontra
34%