detikcom
Minggu, 11/08/2013 19:28 WIB

Remaja ini Nekat Kemudikan Tronton dan Tabrak Warga Hingga Tewas

Mansyur Hidayat - detikNews
Garut - Seorang Remaja, Ari (18) warga Kampung Legok 2, Desa Mekarasih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut nyaris menjadi korban amuk massa. Pasalnya, Ari nekat mengemudikan sebuah tronton dan menabrak seorang warga Kampung Sirnasari, Desa Mekarasih, Kecamatan Malangbong Garut, hingga tewas.

Kepala Bagian Oprasi Polres Garut, Kompol Rudi Trihandoyo mengatakan, beruntung petugas Polsek Malangbong dan Polres Garut segera melakukan pencegahan dan mengamankan pelaku penabrakan sehingga aksi main hakim warga bisa terhindar.

"Untungnya petugas yang melakukan pengamanan jalur cukup banyak sehingga aksi masa dapat dicegah dan segera membawa pelaku ke Mapolsek Malangbong," ujar Rudi Trihandoyo, Minggu (11/8/2013) malam.

Berdasarkan keterangan sementara, mobil tronton nomor polisi D 9645 AD diparkir oleh pengemudi yang merupakan ayah Ari di jalur Malangbong. Ari nekat mengemudikan tronton itu. Setelah berjalan sekitar 40 meter, tronton tersebut menabrak warga yang sedang membetulkan saluran air hingga tewas.

"Jadi orang tua Ari sengaja meninggalkan mobilnya karena kondisi jalan macet, tapi anaknya ini mungkin coba-coba mengemudikan toronton, malah nabrak warga," ungkap Rudi.

Rudi mengatakan, kondisi korban sangat mengenaskan. Bagian tubuhnya tergencet bagian depan tronton hingga tewas di tempat kejadian.

"Kini jenazah sudah dibawa ke Puskesmas Malangbong, selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga korban, " pungkasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(jor/jor)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%