Detik.com News
Detik.com

Rabu, 07/08/2013 14:19 WIB

Kapolri Bentuk Tim Usut Penembak Ipda Anumerta Dwiyatna

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Kapolri Bentuk Tim Usut Penembak Ipda Anumerta Dwiyatna (Foto: Rina Atriana/detikcom)
Jakarta - Mabes Polri membentuk tim khusus mengusut penembak Ipda Anumerta Dwiyatna. Anggota Binmas Polsek Cilandak itu tewas ditembak di kepala.

"Kita bentuk tim khusus untuk segera mengungkap," kata Kapolri di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/8/2013).

Timur mengatakan kasus penembakan ini menjadi resiko bagi jajarannya yang bertugas. "Tentunya ini resiko daripada tugas, apalagi ini bulan Ramadan, semangatnya harus ditingkatkan," tuturnya

Dwiyatna ditembak saat hendak berangkat kerja pukul 05.00 WIB menuju Polsek Cilandak. Korban ditembak saat melintas di depan RS Sari Asih, Jalan Otista Raya, Kelurahan Sasak Tinggi, Ciputat.

Polisi mensinyalir pelaku menggunakan senjata api kaliber 99 milimeter. Polisi masih mendalami motif penembakan tersebut.

"Berdasarkan selongsong dan proyektil di lokasi, pelaku menggunakan pistol kaliber 99 MM," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Eko Bayuseno, di Mapolres Jaksel.

Proyektil peluru tersebut mengenai pelipis sebelah kiri Dwiyatna. Jenazah Dwiyatna sudah dimakamkan di TPU Pamulang Barat.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%