detikcom
Selasa, 06/08/2013 12:29 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung

Olah TKP Ulang Pembunuhan Sisca, Polisi: Korban Diseret Sejauh 1 Km

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Polisi menggelar olah TKP ulang untuk memastikan kejadian sebenarnya atas pembunuhan Sisca Yofie (30). Dari pengecekan lokasi, korban diseret pelaku sejauh 1 km dan dibacok.

"Diseret 1 km, dari tempat kos hingga lokasi ditemukannya korban," kata Kapolsek Sukajadi AKP Suminem dalam olah TKP di Jalan Cipedes, Sukajadi, Bandung, Selasa (6/8/2013).

Lokasi ditemukannya korban adalah tanah beraspal di depan kios kecil, dekat lapangan Abra, Jl Cipedes. Menurut keterangan saksi-saksi, korban bersimbah darah. Saat itu, ia dalam posisi tengkurap.

"Belum tahu, masih dalam penyelidikan," kata Suminem saat ditanya soal kemungkinan pelaku dan motif pembunuhan sadis itu.

Warga setempat, Ade menyatakan saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan. Sekujur tubuhnya penuh darah. Kemungkinan karena harus menunggu cukup lama untuk dibawa ke rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong.

"Masih hidup saat ditemukan," kata Ade yang berprofesi sebagai petugas kebersihan ini.

Sisca yang bekerja di perusahaan leasing ini diseret pelaku yang mengendarai sepeda motor. Saat itu, sekitar pukul 18.15 WIB, Senin (5/8) kemarin, korban akan membuka gerbang tempat kos. Tiba-tiba, pelaku datang dan menyeretnya di jalan aspal. Korban luka lecet di sekujur tubuh dan luka akibat senjata tajam di kepala.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(try/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%