detikcom
Sabtu, 03/08/2013 19:56 WIB

SBY: Kalau Nggak Bisa Bantu Saya Sebagai Presiden Jangan Ganggu!

Feby Dwi Sutianto - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku pemerintahannya membutuhkan banyak dukungan membangun Indonesia. Apalagi menjelang akhir masa jabatannya. Namun ia menilai ada pihak-pihak yang ingin mengganggu kinerja pemerintahannya.

Hal ini diutarakan SBY saat berbuka puasa bersama di Kementerian Perindustrian Jln Gatot Subroto Jakarta, Sabtu (3/8/2013).

"Kalau nggak bisa bantu saya sebagai presiden jangan ganggu. Kalau diganggu makin nggak bisa dilaksanakan," ucap SBY di depan tamu undangan yang hadir.

Pada kesempatan itu, di depan pengusaha nasional, pelaku industri, direksi BUMN dan jajaran menteri yang hadir dalam acara buka puasa ini, SBY menjelaskan tentang pemilihan umum di 2014. Ia mengaku siap mendukung presiden terpilih di 2014. Ia pun berharap presiden baru Indonesia nantinya tidak memberi janji yang berlebihan kepada rakyat saat masa kampanye.

"Contoh ada calon presiden, pidato terbuka di puluhan ribu massa. 'Saya jadi presiden pertumbuhan ekonomi akan 2 digit dan saya bikin 10 %, nilai tukar saya kembalikan Rp 7.000 - 8.000, pengangguran sampai 0, kekayaan diambil negara, nggak ada impor, korupsi nggak ada, semua infrastruktur dibangun serempak, tanah-tanah akan dibagi-bagi ke rakyat sesuai land reforn, kita nyatakan perang kepada negara yang nggak baik' Pasti masyarakat akan tepuk tangan selama 1 jam. Mungkin calon itu dipilih atau nggak," paparnya memberi perumpamaan.

Diakuinya banyak hal yang telah dicapai di sisa bahkan hingga akhir pemerintahannya. Namun ada juga pekerjaan rumah yang belum selesai.

Hal ini juga terjadi seperti pada presiden periode sebelumnya. SBY pun meminta presiden terpilih nantinya di 2014 mampu menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas.

"Masih banyak yang kita capai, tidak sedikit juga yang belum kita capai. Presiden mendatang akan membenahi yang belum tercapai," jelasnya.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(feb/mok)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%