detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 20:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 03/08/2013 19:56 WIB

SBY: Kalau Nggak Bisa Bantu Saya Sebagai Presiden Jangan Ganggu!

Feby Dwi Sutianto - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku pemerintahannya membutuhkan banyak dukungan membangun Indonesia. Apalagi menjelang akhir masa jabatannya. Namun ia menilai ada pihak-pihak yang ingin mengganggu kinerja pemerintahannya.

Hal ini diutarakan SBY saat berbuka puasa bersama di Kementerian Perindustrian Jln Gatot Subroto Jakarta, Sabtu (3/8/2013).

"Kalau nggak bisa bantu saya sebagai presiden jangan ganggu. Kalau diganggu makin nggak bisa dilaksanakan," ucap SBY di depan tamu undangan yang hadir.

Pada kesempatan itu, di depan pengusaha nasional, pelaku industri, direksi BUMN dan jajaran menteri yang hadir dalam acara buka puasa ini, SBY menjelaskan tentang pemilihan umum di 2014. Ia mengaku siap mendukung presiden terpilih di 2014. Ia pun berharap presiden baru Indonesia nantinya tidak memberi janji yang berlebihan kepada rakyat saat masa kampanye.

"Contoh ada calon presiden, pidato terbuka di puluhan ribu massa. 'Saya jadi presiden pertumbuhan ekonomi akan 2 digit dan saya bikin 10 %, nilai tukar saya kembalikan Rp 7.000 - 8.000, pengangguran sampai 0, kekayaan diambil negara, nggak ada impor, korupsi nggak ada, semua infrastruktur dibangun serempak, tanah-tanah akan dibagi-bagi ke rakyat sesuai land reforn, kita nyatakan perang kepada negara yang nggak baik' Pasti masyarakat akan tepuk tangan selama 1 jam. Mungkin calon itu dipilih atau nggak," paparnya memberi perumpamaan.

Diakuinya banyak hal yang telah dicapai di sisa bahkan hingga akhir pemerintahannya. Namun ada juga pekerjaan rumah yang belum selesai.

Hal ini juga terjadi seperti pada presiden periode sebelumnya. SBY pun meminta presiden terpilih nantinya di 2014 mampu menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas.

"Masih banyak yang kita capai, tidak sedikit juga yang belum kita capai. Presiden mendatang akan membenahi yang belum tercapai," jelasnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(feb/mok)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%