detikcom
Rabu, 31/07/2013 13:57 WIB

Catut Kapolri, Ayah Minta Febri Minta Maaf Langsung ke Polri

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Devi Suhartoni (43), ayah Febri Suhaartoni (18), menyesalkan ulah anaknya yang melanggar lalu lintas dan mencatut nama Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Dia akan meminta anaknya meminta maaf kepada Kapolri dan Polri di hadapan masyarakat.

"Semestinya begitu, tetapi karena dia lagi semester pendek, jadwal kuliahnya padat, sehingga mungkin nanti," kata Devi saat ditanya kemungkinan Febri dihadirkan dalam jumpa pers untuk meminta maaf secara langsung ke Polri.

Hal itu diungkapkan Devi di Mapolda Metro Jaya, di sela-sela pertemuannya dengan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Rabu (31/7/2013). Devi datang ke Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi bahwa pengemudi Honda Jazz yang menerobos jalur busway Galur, kemarin, bukan anak jenderal, melainkan anaknya sendiri.

Devi adalah seorang pengusaha karet di Balikpapan, Klaimantan Timur. Sementara Febri adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti.

"Dia semester 6 sekarang," kata Devi.

Devi mengungkapkan, anaknya itu sudah tinggal di Jakarta sejak masuk kuliah tahun 2010 lalu. Devi memberi fasilitas anaknya mobil Honda Jazz sebagai alat transportasi anak sulungnya itu pergi kuliah.

"SIM dia punya," ucap Devi.

Selain mobil, Febri juga diberikan fasilitas apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara sebagai tempat tinggal.

"Apartemen punya sendiri," kata dia.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%