Detik.com News
Detik.com
Rabu, 31/07/2013 04:43 WIB

4 Gajah Tewas di Aceh, Wakapolri Dukung Lahirnya Komnas Perlindungan Hewan

Andri Haryanto - detikNews
4 Gajah Tewas di Aceh, Wakapolri Dukung Lahirnya Komnas Perlindungan Hewan Raju
Jakarta - Empat gajah Sumatera yang sudah mulai langka populasinya ditemukan tewas di wilayah Aceh. Kematian hewan yang sudah populasinya diperkirakan sudah mencapai 2.500 ekor itu mendorong perlunya pembentukan komisi independen yang melindungi keberadaan mereka.

Komisi tersebut nantinya dinamai Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Binatang Indonesia. Ide ini didasari oleh sekelompok pegiat dan pecinta binatang yang menggagas petisi perlindungan binatang, Aulia Ferizal (Aceh) dan Dian Paramita (Surabaya), melalui change.org.

"Jika komnas ini terbentuk, maka Indonesia akan menjadi negara berkembang pertama yang memiliki Komnas Perlindungan Binatang," kata Komjen Nanan Sukarna dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (30/7/2013).

Namun demikian, dia berharap komisi yang nantinya terbentuk diharapkan lebih kepada memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian dan perlindungan terhadap hewan.

"Komisi independen lebih berkonsentrasi kepada tindakan pencegahan, bukan kepada penindakan. Jadi, sejak awal lembaga ini terlibat dalam penyadaran khalayak atau kelompok masyarakat, bersama-sama menyusun sebuah konsep pencegahan," kata Nanan.

Diberitakan sebelumnya, empat ekor gajah tewas di Aceh, dua diantaranya adalah Raja dan Raju yang masih balita (bawah lima tahun). Sementara dua lainnya tewas mengenaskan dan ditemukan dengan gading yang hilang.

Aulia Ferizal dan Dian Paramita yang difasiltasi Co-Founder Usman Hamid, Jumat (26/7/2013) lalu, menemui Wakapolri Komjen Nanan Sukarna untuk meminta dukungan terkait pembentukan Komnas Perlindungan Satwa.

Mereka juga mendesak Polri dapat mengungkap pelaku pembantaian gajah-gajah yang ada di Aceh. "Kita ingin kepolisian mengusut siapa pelaku kematian dan pencurian gading gajah," kata Aulia beberapa waktu lalu kepada detikcom.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ahy/vid)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%