detikcom

Selasa, 30/07/2013 10:47 WIB

Ini 12 Nama Calon Hakim Agung yang Lolos ke DPR

Andi Saputra - detikNews
Gedung KY (ari/detikcom)
Jakarta - Komisi Yudisial (KY) menetapkan 12 peserta lolos tes wawancara calon hakim agung dari 23 peserta. Kesepuluh nama itu selanjutnya akan mengikuti fit and proper test di DPR untuk mememegang palu hakim agung hingga berusia 70 tahun.

"Hanya 12 nama inilah ang terbaik dan dapat diluluskan. Semoga DPR memahami," kata juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar kepada wartawan, Selasa (30/7/2013).

Keduabelas nama itu akan diberikan ke pimpinan DPR siang ini. 12 ini menyisihkan 11 lainnya yang ikut seleksi dari awal tahun dengan seleksi berlapis. Selanjutnya KY akan menggelar seleksi periode kedua untuk memilih 3 hakim agung yang akan pensiun di semester kedua pada 2013 ini.

"Pendaftaran periode kedua paling lambat diterima 16 Agustus 2013," ujarnya.

Berikut kedua belas nama-nama tersebut:

1. Arofah Windiani
2. Bambang Edy Sutanto Soedewo
3. Eddy Army
4. Hartono Abdul Murad
5. Heru Iriani
6. Is Sudaryono
7. Manahan M. P. Sitompul
8. Maruap Dohmatiga Pasaribu
9. Mulijanto
10. Sudrajad Dimyati
11. Sumardijatmo
12. Zahrul Rabain


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/van)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%