Detik.com News
Detik.com

Senin, 29/07/2013 14:49 WIB

Muhammadiyah Lebaran 8 Agustus

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Muhammadiyah Lebaran 8 Agustus
Jakarta - Muhammadiyah memutuskan untuk melaksanakan lebaran Idul Fitri pada 8 Agustus mendatang. Muhammadiyah meminta masyarakat Indonesia tetap menjaga toleransi antarumat beragama.

"Ditetapkan, Idul Fitri pada tanggal 8 Agustus mendatang," ujar ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di kantor PP Muhammadiya, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2013).

Menurut Din, tanggal itu diambil dari keputusan majelis tarjih Muhammadiyah dan didasarkan kepada penghitungan ilmiah. "Saat itu sudah ada konjungsi matahari. Kita tidak perlu melihat hilal karena sudah diperhitungkan," terangnya.

Bila kemudian ada perbedaan pendapat soal jatuhnya hari lebaran, Din tetap meminta perbedaan itu patut untuk dihargai dan terjadi toleransi antarumat beragama.

"Kalau terjadi perbedaan pendapat marilah kita bertoleransi," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Oman Fathurahman mengatakan penentuan Syawal 1434 H terjadi pada hari Rabu Pon, 7 Agustus 2013 pukul 04:52:19 WIB.

Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta hilal sudah wujud dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di atas ufuk.

"1 Syawal 1434 H jatuh pada hari Kamis Wage, 8 Agustus 2013," katanya.

Sedangkan untuk Dzulhijjah 1434 H, ijtimak jelang Zulhijah 1434 H terjadi pada hari Sabtu Pahing, 5 Oktober 2013 M pukul 07:36:13 WIB. Hilal sudah wujud dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di atas ufuk.

"Jadi 1 Dzulhijah 1434 H jatuh pada hari Ahad Pon 6 Oktober 2013. Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijah 1434 H atau hari Senin Legi, 14 Oktober 2013. Idul Adha jatuh 10 Dzulhijah 1434 H atau hari Selasa Pahing, 15 Oktober 2013," pungkas Oman.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fiq/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%