detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 20:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 29/07/2013 12:06 WIB

Pelaku Penembakan di Ciputat Tahu Korban adalah Polisi

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Kepolisian saat ini tengah menyelidiki kasus penembakan yang dialami oleh Aipda Patah pada Sabtu (27/7) lalu. Berdasar hasil penyelidikan, diduga pelaku telah mengetahui bahwa korban adalah seorang kepolisian.

"Pelaku tahu betul pelaku ini polisi, karena pakai naik motor pakai helm dan koas dinas ada tulisan POLISI. Penembakannya dari dekat, sepertinya pelaku sudah merencanakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada detikcom, Senin (29/7/2013).
Di dalam kesempatan di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya, Jaksel, dikatakannya saat ini polisi sedang mengembangkan keterangan lima orang saksi sembari menanti pulihnya kondisi Aipda Patah yang masih dirawat di Rumah Sakit Polri Soekamto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kondisi (korban) nya memang semakin baik. Nanti ditanya korban apakah ada hubungan keluarganya atau pekerjaan dia yang pernah clash," jelas Rikwanto.

Peristiwa penembakan terhadap Aipda Patah terjadi di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan. Pada Sabtu (27/7) pukul 04.30 WIB korban ditembaki oleh 2 orang pria bermotor.

Pelaku penembakan adalah seorang pengendara sepeda motor yang menggunakan jaket dan helm berwarna gelap. Sementara korban ditembak di punggung hingga tembus ke dada kiri.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rni/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%