Senin, 29/07/2013 00:00 WIB

Pelatihan Paskibraka Nasional 2013 Resmi Dibuka

Advertorial - detikNews

Jakarta - Pemuda pemudi terbaik dari 33 propinsi se-Indonesia berkumpul di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON), Jl. Raya Jambore No. 1 Cibubur – Jakarta Timur. Mereka merupakan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terpilih yang berhasil melewati proses seleksi ketat di masing-masing propinsi.

Ke-66 Paskibraka ini mulai berlatih sejak 22 Juli 2013 demi suksesnya penyelenggaran upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 di Istana Negara – Jakarta. Menteri Pemuda dan Olahraga Bpk. KRMT Roy Suryo resmi membuka pelatihan Paskibraka Nasional 2013 pada Jumat (26/7).

Menpora Roy Suryo mengatakan, “Saya akan fokus pada Purnapaskibraka supaya setelah selesai (pelatihan) mereka tidak lepas begitu saja. Mereka akan dikelola Kemenpora untuk menjadi duta-duta bangsa berikutnya. Kegiatan Pelatihan Paskibraka Nasional merupakan salah satu cara untuk membina mereka menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dan cinta tanah air.”

Seluruh peserta Pelatihan Paskibraka Nasional akan didampingi dan dilatih oleh pelatih dari Garnisun Tetap-I. Materi pelatihan meliputi cinta tanah air, etika, sejarah, kepemimpinan dan kedisiplinan. Usai melaksanakan tugas negara yakni menaikkan dan menurunkan Bendera Pusaka di Istana Negara, Paskibraka akan melakukan kunjungan ke beberapa lembaga negara.

Istimewanya, tahun ini ada program Duta Belia dimana Kementerian Pemuda dan Olahraga membawa seluruh anggota Paskibraka berkunjung ke Republik Rakyat Cina (RRC) pada 22 – 27 Agustus 2013. RRC dipilih agar Paskibraka dapat belajar bagaimana cara RRC membangun negaranya hingga menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Hal ini sesuai dengan tema Kemenpora tahun 2013 yakni “Bersama Paskibraka, Kita Siapkan Kader Pemimpin Bangsa dalam Menyongsong ASEAN Community.” Keseluruhan program Pelatihan Paskibraka Nasional 2013 akan selesai pada 30 Agustus 2013. Mereka akan kembali ke propinsi masing-masing dan diharapkan dapat menjadi pemimpin lokal yang memberikan kontribusi positif bagi daerahnya.

Kisah Ali Alfaraesy, Paskibraka Utusan Kabupaten Aceh Tengah

Belum lama ini kabupaten Aceh Tengah dilanda musibah gempa bumi. Namun hal tersebut justru menjadi motivasi kuat Ali Alfaraesy, perwakilan propinsi Nanggroe Aceh Darussalam untuk Paskibraka tingkat nasional 2013.

“Saya di sini bawa sebuah cerita. Karena daerah saya dilanda gempa jadi saya ingin membuktikan pada masyarakat Aceh Tengah. Saya membawa nama kabupaten dan semoga mereka bisa bahagia,” kata murid SMAN 1 Takengon, Aceh Tengah jurusan IPA tersebut.

Apalagi dari Aceh Tengah sendiri sudah lama tidak ada perwakilan Paskibraka tingkat nasional. Menurut Ali, utusan paskibraka nasional terakhir dari Aceh Tengah adalah pada tahun 1998. “Jadi banyak yang memotivasi saya untuk ikut seleksi Paskibraka nasional. Semua terharu karena saya bisa lolos,” ujar pemuda yang bercita-cita ingin masuk Akademi Polisi/Akpol ini.

Pemuda kelahiran 24 Juni 1996 tersebut tertarik ikut Paskibraka karena melihat saudaranya yang terlebih dulu menjadi Paskibraka. “Saya diberitahu kalau Paskibraka itu pemuda pemudi terpilih. Saya jadi ingin ikut. Tahun 2012 saya ikut seleksi kabupaten, tapi tidak lulus. Mungkin itu jalan Tuhan. Pada tahun 2013 akhirnya saya berhasil lolos seleksi nasional.”

Rupanya Ali sempat tidak percaya diri saat seleksi di tingkat propinsi karena tinggi badannya. Dibandingkan kandidat lainnya yang jangkung-jangkung, tinggi badan Ali tepat berada di kriteria minimum yaitu 170 cm. Tapi ternyata perjuangan yang sungguh-sungguh membuahkan hasil indah.

Ada satu hal yang diingat oleh Ali. Pesan orangtuanya sebelum Ali mengikuti seleksi tingkat kabupaten. “Kamu yakin ikut Paskibraka? Saya bilang yakin. Kalau yakin, ikutlah sepenuh hati, jangan ragu-ragu. Hingga sekarang, itu yang menjadi moto saya,” pungkas Ali yang mahir membawakan tarian tradisional Aceh seperti Tari Dua, Tari Didong, Tari Kepongotan dan Tari Menggalo.


(adv/adv)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advertorial Lainnya Indeks Advertorial ยป
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%