Minggu, 28/07/2013 14:21 WIB

Mendagri Mesir Nilai Ikhwanul Muslimin Melebih-lebihkan Jumlah Korban

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pendukung Morsi dirawat (The Egyptian Gazette)
Jakarta - Menyusul kerusuhan berdarah di seputar Masjid Rabaa Al Adawiya, Kairo, Mesir, Menteri Dalam Negeri Mesir Jenderal Mohamed Ibrahim mengeluarkan pernyataan menyerang pihak Ikhwanul Muslimin. Menurut Ibrahim, pihak Ikhwanul Muslimin telah melebih-lebihkan jumlah korban tewas dalam bentrokan itu.

Seperti dilansir The Egyptian Gazette, Minggu (28/7/2013), Ibrahim menyatakan Ikhwanul Muslimin melebih-lebihkan jumlah korban tewas untuk tujuan politis. Ibrahim bersikukuh, korban tewas hanya berjumlah 21 orang.

Sebelumnya diberitakan, polisi Mesir telah menembak mati sedikitnya 38 pendukung presiden terguling Mohamed Morsi yang berunjuk rasa. Juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad El-Haddad mengklaim, aksi penembakan tersebut terjadi ketika salat subuh digelar pada Sabtu (27/7) pagi waktu setempat. Namun aksi penembakan oleh polisi dibantah Ibrahim.

Ibrahim menyatakan polisi tidak pernah melepas tembakan. Justru, masih menurut Ibrahim, polisilah yang ditembaki oleh demonstran.

Dirinya menegaskan, pihak aparat hanya menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran. Alasannya, para demonstran telah menyebabkan jembatan setempat terganggu oleh asap ban yang sengaja dibakar.

"Mempertimbangkan waktu yang ada... untuk membubarkan demonstran, ini adalah koordinasi menyeluruh antara kami dan angkatan bersenjata," kata Ibrahim.

Jubir Kementerian Dalam Negeri Mesir, Jenderal Hany Abdul Latif, menyatakan demonstran telah memicu kekerasan terlebih dahulu. Dirinya menuding para demonstran Islamis telah menembak aparat. Akibatnya, 14 polisi terluka, termasuk dua orang yang kritis karena mengalami luka tembak di kepala. Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(dnu/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%