detikcom
Minggu, 28/07/2013 11:06 WIB

Hendak Tawuran Pakai Bom Molotov, 31 Pelajar Diringkus di Tajur Bogor

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Polisi mengamankan 31 pelajar yang hendak tawuran di kawasan Tajur, Bogor, Jawa Barat. Saat diperiksa para pelajar ini membawa bom molotov, celurit dan juga gergaji berukuran besar.

Penangkapan ini dilakukan petugas saat melakukan operasi gabungan di kawasan itu pada Minggu (28/7/2013) pukul 24.00 WIB. Saat itu petugas Polres Bogor sedang melakukan penertiban balapan liar, namun saat operasi digelar mereka menemukan para pelajar ini hendak tawuran.

Informasi dari Polres Bogor menyatakan, para pelajar ini membawa berbagai senjata tajam seperti tiga bilah celurit, dua bilah klewang besar, sebuah bom molotov, empat gir motor yang sudah diikat ke sabut, dua buah gergaji besar, dua buah pelat besi besar. Polisi juga mengamankan 14 unit motor yang digunakan para pelajar yang hendak tawuran ini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%