detikcom
Kamis, 25/07/2013 07:14 WIB

Tanah Longsor Akibatkan Jalur Puspahiang-Taraju Tasikmalaya Terputus

Adi Kristiadi - detikNews
Jakarta - Selain di perlintasan kereta api, rupanya ada lokasi longsor lain di Kabupaten Tasikmalaya. Jalur Puspahiang-Taraju, tertimbun longsor sepanjang 20 meter dengan ketebalan tanah 1 meter.

"Mengakibatkan jalur tersebut terputus. Kejadian itu terjadi pukul 02.00 WIB," kata Kapolsek Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kompol Nono Suyatno, saat dihubungi detikcom, Kamis (25/7/2013).

Nono mengatakan longsor tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi badan jalan yang tertutup tanah menyebabkan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 tidak dapat melintas.

Sementara itu, Kepala Dinas Binamarga, Kabupaten Tasikmalaya, Bambang Alamsyah mengatakan, alat berat telah diterjunkan untuk membersihkan tanah merah dan bambu yang berada di tengah jalan.

"Alat berat sudah diturunkan untuk membersihkan tanah yang menimbun jalan ini, dan Kendaraan Pemadam Kebakaran akan melakukan penyemprotan tanah ini," jelasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rna/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%