Detik.com News
Detik.com
Kamis, 25/07/2013 07:14 WIB

Tanah Longsor Akibatkan Jalur Puspahiang-Taraju Tasikmalaya Terputus

Adi Kristiadi - detikNews
Jakarta - Selain di perlintasan kereta api, rupanya ada lokasi longsor lain di Kabupaten Tasikmalaya. Jalur Puspahiang-Taraju, tertimbun longsor sepanjang 20 meter dengan ketebalan tanah 1 meter.

"Mengakibatkan jalur tersebut terputus. Kejadian itu terjadi pukul 02.00 WIB," kata Kapolsek Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kompol Nono Suyatno, saat dihubungi detikcom, Kamis (25/7/2013).

Nono mengatakan longsor tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi badan jalan yang tertutup tanah menyebabkan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 tidak dapat melintas.

Sementara itu, Kepala Dinas Binamarga, Kabupaten Tasikmalaya, Bambang Alamsyah mengatakan, alat berat telah diterjunkan untuk membersihkan tanah merah dan bambu yang berada di tengah jalan.

"Alat berat sudah diturunkan untuk membersihkan tanah yang menimbun jalan ini, dan Kendaraan Pemadam Kebakaran akan melakukan penyemprotan tanah ini," jelasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rna/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%