Detik.com News
Detik.com

Rabu, 24/07/2013 15:22 WIB

Pilkada Jatim

Khofifah-Herman: Kami Dijegal Kubu Karsa!

Siti Aisyah - detikNews
 Khofifah-Herman: Kami Dijegal Kubu Karsa! Khofifah
Jakarta - Khofifah Indar Parawansa (48) gagal menjadi calon gubernur Jatim. Khofifah merasa jalannya ke Pilgub Jatim dipotong paksa.

"Jadi betul-betul bukan menghalangi kemenangan, tetapi memotong jalannya Khofifah dan Herman untuk dapat menang bagaimana pun caranya. Saya rasa membangun demokrasi yang lebih fair, menjegal Khofifah sangat kental sekali," kata Khofifah di Kantor Pengacara Otti Hasibuan di Kompleks Duta Merlin, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2013).

Khofifah menyebut ada politik borong partai. Ada permainan uang menjelang Pilgub Jatim.

"Ada uang di situ, mudah-mudahan pihak yang bersangkutan siap menjadi saksi," kata Khofifah.

Terkait sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan PTUN yang akan segera digelar, Khofifah memilih pasrah. "Saya dan Pak Herman menyerahkan semuanya. Biarlah mereka berproses," katanya.

Herman yang mendampingi Khofifah membuka siapa orang yang menjegal mereka. "Pihak Karsa berjuang agar kami tidak lolos, KPU Jatim bagian dari kelompok ini," tegas Herman.

Khofifah Indar Parawansa gagal menjadi calon gubernur berdasarkan keputusan KPU Jatim. Khofifah kemudian melaporkan komisioner KPU Jatim ke DKPP terkait dugaan pelanggaran etik pada 17 Juli lalu.

Materi aduan itu antara lain terkait dengan dukungan ganda. Menurut kubu Khofifah, seharusnya menteri era Gus Dur itu yang lebih dahulu memasukkan berkas dukungan ke KPU. Namun yang diterima terlebih dahulu oleh KPU adalah bakal pasangan calon Karsa (Sukarwo dan Saifullah). Jadi ada dukungan ganda beberapa partai yang disebut baik di Khofifah dan Karsa.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%