Detik.com News
Detik.com
Senin, 22/07/2013 16:39 WIB

Sidang Kasus Cebongan

Cerita Sadis Pembunuhan Serka Heru Santoso di Hugo's Cafe

Bagus Kurniawan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Cerita Sadis Pembunuhan Serka Heru Santoso di Hugos Cafe
Yogyakarta - Kisah penganiayaan terhadap Serka Heru Santoso terus terungkap. Ternyata, sebelum ditusuk menggunakan pisau oleh Dedi, anggota Kopassus Grup II Kartosura itu dipukul menggunakan botol kosong minuman sebanyak dua kali.

Semua pukulan menggunakan botol mengenai kepala korban. Yang pertama kali memukul adalah Dedi. Sedangkan yang kedua adalah Diki.

"Dua kali pakai botol sampai pecah," ungkap Joko Kurniawan, mantan sekuriti Hugo's Cafe saat bersaksi dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Serda ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto dan Koptu Kodik di Pengadilan Militer II/11 Yogyakarta, di Ringroad Timur, Banguntapan Bantul, Senin (22/7/2013).

Joko mengungkapkan hal itu ketika hakim ketua Letkol (CHk) Joko Sasmito menanyakan seputar kronologi kejadian pengeroyokan oleh Diki cs terhadap Heru Santoso.

Setelah mengeroyok dan memukuli korban, Dedi kemudian menusuk Heru. Korban terkena tusukan di bagian dada.

"Kena bagian apa," tanya hakim ketua.

"Bagian dada sebelah kiri," jawab saksi Joko.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bgs/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%