Minggu, 21/07/2013 18:23 WIB

Bus Rombongan Pelayat Terguling di Kulonprogo, 11 Orang Luka

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Bus rombongan pelayat mengalami kecelakaan, terguling di perbukitan Menoreh Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun sebanyak 11 orang dari 18 orang penumpang mengalami luka-luka sehingga harus dirawat di RSUD Wates.

Kecelakaan tunggal yang terjadi pada hari Minggu (21/7/2013) siang akibat sopir belum pengalaman atau belum pernah melewati kawasan perbukitan Menoreh tersebut. Sang sopir, Supriyanta, diduga terlambat mengambil persneling saat bis berada di daerah tanjakan di ruas Jalan Sribit-Jatimulyo Dusun Penggung, Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo.

Sebanyak 11 orang yang semuanya warga Dusun Seworan Desa Triharjo, Kecamatan Wates itu mengalami luka-luka akibat benturan. Lima orang sudah diperbolehkan pulang dan mendapatkan perawatan jalan. Sedangkan 6 orang hingga sore ini masih dirawat intesif di IGD RSUD Wates. Enam orang yang masih dirawat adalah Ny Sukiyem (64), Thoyibah (60), Ngatinah (70), Umi fathonah (50), Eliya Umar (37) dan Robingatun (39).

Eliya Umar yang mengalami luka patah tangan kiri di RSUD mengatakan rombongan berangkat dari Dusun Seworan dengan menggunakan satu buah minibus, satu mobil Daihatsu Xenia dan satu mobil Suzuki Elf. Mereka hendak melayat di Dusun Ngeson Desa Giripurwo Kecamatan Girimulyo.

Saat bus berada di tanjakan Dusun Penggung, minibus yang dikendarai Supriyanta tidak kuat menanjak dan langsung berjalan turun. Semua penumpang panik saat bus terperosok dan terguling.

"Penumpang yang sebagian besar adalah ibu-ibu banyak mengalami luka benturan dan terkena pecahan kaca. Saya tahu-tahu sudah jatuh di dalam bus bersama penumpang lainya dan tangan terjepit hingga patah," katanya

Supriyanta mengatakan, minibus nopol AB 7221 HC yang dikendarainya terlambat mengoper perseneling saat berada di tanjakan. Dia juga mengaku tidak mengenal medan jalan di daerah tersebut.

"Baru sekali saya lewat dari itu, saat menanjak terus saya telat mengoper perseneling sehingga mobil turun dan terperosok di pinggir perbukitan," katanya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bgs/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%