Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 20/07/2013 17:07 WIB

Polisi Amankan 19 Pria Diduga Preman di Kalimalang

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Aparat Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengamankan 19 preman yang diduga hendak menguasai rumah warga di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Adex Yudiswan mengatakan, preman-preman ini diamankan setelah mendapat laporan warga.

"Kami mendapat informasi adanya preman-preman yang berkumpul di lokasi dan hendak menguasai rumah warga," kata Adex kepada wartawan, Sabtu (20/7/2013).

Mendapat laporan tersebut, tim anti-preman Resmob Polda Metro Jaya Ditreskrimum Polda Metro Jaya langsung menuju ke lokasi. Di lokasi, petugas mendaptkan sejumlah preman yang sedang berkumpul di depan rumah warga di Jalan Manunggal Raya 1B Kompleks Kodam Jatiwaringin, Kalimalang, Jakarta Timur.

Petugas kemudian mengamankan preman-preman tersebut ke Markas Polda Metro Jaya.

"Namun mereka belum terindikasi melakukan tindak pidana," ujar dia.

Selanjutnya, Adex mengatakan, upaya pengamanan tersebut merupakan rangkaian dari Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan selama Ramadan untuk menciptakan kondisi yang aman.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%