Rabu, 17/07/2013 15:58 WIB

BNN Selidiki Aset Hasil Transaksi Gembong Narkoba Freddy Budiman

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Tambatan hati gembong ekstasi Freddy Budiman, Anggita Sari, mengaku mendapatkan sejumlah aset dari kekasihnya yang kini divonis mati Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Palu Hakim menyatakan Freddy bersalah atas kepemilikan 1,4 juta butir ekstasi. Lalu, bagaimana dengan aset yang dimiliki Freddy?

"Pengusutan kasus pencucian uang Freddy masih dalam proses penyelidikan," kata Kombes Sundari, Direktur Pengawasan Tahanan, dan Barang Sitaan BNN, Rabu (17/7/2013). Direktorat ini yang kerap mengusut aliran-aliran uang dari beberapa kasus narkotika besar.

Sundari tidak merinci tahapan proses penyelidikan yang dimaksudnya tersebut. Namun, dia memberikan sinyal ada keterkendalaan dalam pengusutan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan Freddy.

"Dia sangat lihai dalam kasus ini, sehingga kita harus kerja keras mencari aset-asetnya," kata Sundari.

Mengenai nama Anggita Sari (21) yang disebut-sebut menerima sejumlah aset dari Freddy, pihaknya enggan berkomentar soal itu dikarenakan seluruh proses penyelidikan dan penyidikan adalah kewenangan dari penyidik.

Seperti diketahui, nama Anggita mulai ramai dibincangkan kembali setelah dirinya hadir dalam persidangan gembong narkoba Freddy Budiman yang miliki ekstasi sebanyak 1,4 juta butir di PN Jakarta Barat, Senin (15/7/2013). Dalam persidangan tersebut, Freddy mendapatkan vonis mati. Saat itu Anggrita mengaku sebagai istrinya Freddy dan ingin terdakwa hukumannya diringankan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ahy/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%