detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 12:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 17/07/2013 15:58 WIB

BNN Selidiki Aset Hasil Transaksi Gembong Narkoba Freddy Budiman

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Tambatan hati gembong ekstasi Freddy Budiman, Anggita Sari, mengaku mendapatkan sejumlah aset dari kekasihnya yang kini divonis mati Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Palu Hakim menyatakan Freddy bersalah atas kepemilikan 1,4 juta butir ekstasi. Lalu, bagaimana dengan aset yang dimiliki Freddy?

"Pengusutan kasus pencucian uang Freddy masih dalam proses penyelidikan," kata Kombes Sundari, Direktur Pengawasan Tahanan, dan Barang Sitaan BNN, Rabu (17/7/2013). Direktorat ini yang kerap mengusut aliran-aliran uang dari beberapa kasus narkotika besar.

Sundari tidak merinci tahapan proses penyelidikan yang dimaksudnya tersebut. Namun, dia memberikan sinyal ada keterkendalaan dalam pengusutan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan Freddy.

"Dia sangat lihai dalam kasus ini, sehingga kita harus kerja keras mencari aset-asetnya," kata Sundari.

Mengenai nama Anggita Sari (21) yang disebut-sebut menerima sejumlah aset dari Freddy, pihaknya enggan berkomentar soal itu dikarenakan seluruh proses penyelidikan dan penyidikan adalah kewenangan dari penyidik.

Seperti diketahui, nama Anggita mulai ramai dibincangkan kembali setelah dirinya hadir dalam persidangan gembong narkoba Freddy Budiman yang miliki ekstasi sebanyak 1,4 juta butir di PN Jakarta Barat, Senin (15/7/2013). Dalam persidangan tersebut, Freddy mendapatkan vonis mati. Saat itu Anggrita mengaku sebagai istrinya Freddy dan ingin terdakwa hukumannya diringankan.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ahy/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%