Detik.com News
Detik.com

Selasa, 16/07/2013 15:16 WIB

Pesawat Baru Kepresidenan Mulai Bertugas Awal 2014

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Pesawat khusus Kepresidenan RI dipastikan akan tiba di Indonesia pada Desember tahun ini. Namun paling cepat awal tahun 2014 pesawat baru buatan Boeing itu mulai bertugas untuk menerbangkan Presiden SBY.

Adanya jeda waktu tersebut, sebab ada sejumlah proses yang harus dilalui pesawat tersebut. Sesuai rencana penugasan bagi pesawat tersebut akan dimulai pada 2014 mendatang.

"Tahun depan mulainya, paling cepat Januari," kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi sesaat sebelum mengikuti rapat terbatas mengenai pembahasan RAPBN 2014 di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (16/7/2013).

Ada banyak keuntungan yang didapat dari kehadiran pesawat itu. Pemerintah tidak perlu lagi menyewa mahal-mahal pesawat ke maskapai Garuda Indonesia. Jadwal penerbangan Garuda Indonesia juga tidak lagi terganggu.

"Anggaran kita selama satu periode kepresidenan bisa untuk beli satu pesawat," jelas Sudi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%