Selasa, 16/07/2013 14:59 WIB

Puncak Arus Mudik Diprediksi 2 Agustus, Pemudik Diimbau Hati-hati

Mauludi Rismoyo - detikNews
Jakarta - Puncak arus mudik 2013 diprediksi jatuh pada H-6 atau Jumat tanggal 2 Agustus. Sejak sore hingga malam, kendaraan beramai-ramai akan bergerak meninggalkan Jakarta dan sekitarnya.

"Diperkirakan puncak arus mudik 2 Agustus, dan juga 3 Agustus kendaraan masih bergerak," kata Kasubag Humas dan Kerja Sama Kementerian Perhubungan Zainal Arifin saat ditemui di ruang kantornya di Gedung Karya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2013).

Diperkirakan, Jumat siang para pemudik akan pulang dari tempat kerja. Di malam hari, mereka beringsut menuju kampung masing-masing. Sabtu 3 Agustus, mereka sudah berada di kampung.

"Kamis tanggal 1 Agustus kan habis gajian, apalagi Senin 5 Agustus sudah cuti. Jadi kita prediksi Jumat 2 Agustus puncak arus mudik," jelasnya.

Semua moda, baik darat, laut, dan udara akan mengalami kepadatan. Kemungkinan untuk angkutan udara hingga Minggu 4 Agustus.

Para pemudik yang memakai kendaraan diminta agar berhati-hati. Mereka beristirahat bila mengalami kelelahan. "Bila mengantuk sebaiknya istrihat," tambahnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
64%
Kontra
36%