Rabu, 10/07/2013 04:44 WIB

Tepian Sungai Musi Ditanami Bambu oleh PT Pusri Palembang

Taufik Wijaya - detikNews
Palembang - Guna menjaga Sungai Musi dari erosi, serta menjaga siklus air, PT Pusri Palembang, menanam pohon bambu sepanjang tepian Sungai Musi. Pada tahapan awal, ada seribu bibit pohon bambu yang akan ditanam.

“Penanaman ini akan dilakukan pada pertengahan puasa ini. Penanaman dilakukan di halaman rumah penduduk maupun di pinggiran lokasi PT Pusri Palembang, termasuk di Pulau Kemaro,” kata Sekretaris PT Pusri Palembang Zain Ismed kepada detik.com, Selasa (09/07/2013).

Program yang diberi judul “Serumpun Bambu, Sejuta Berkah” ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan pupuk tersebut terhadap lingkungan hidup, khususnya terhadap Sungai Musi, yang saat ini terus mengalami pendangkalan.

Mengapa bambu? Dijelaskan Ismed, bambu ini memiliki banyak kegunaan. Selain dapat menahan erosi, menampung air, juga dapat dijadikan sumber pendapatan dan makanan.

“Bambu kan dapat dibuat jadi apa saja. Bahkan rebungnya, tunas bambu, dapat dimakan. Kebudayaan kita tidak terlepas dari peranan bambu. Mulai digunakan buat rumah rakit, rumah, tempat tidur, alat musik, alat memasak, hingga buat senjata dalam perjuangan kemerdekaan dulu,” kata Ismed.

“Ini artinya bambu yang ditanam nanti, diharapkan menjadi sumber ekonomi masyarakat yang berada di sepanjang Sungai Musi,” ujarnya.

Setelah penanaman bambu di tepian sepanjang Sungai Musi, Ismed juga menjelaskan PT Pusri Palembang akan mendorong langkah-langkah ketahanan pangan berbasis rumah tangga. “Kita juga punya rencana
membangun kampung cabai. Yang mana setiap rumah tangga akan diberikan tanaman cabai yang siap panen, sehingga mereka nantinya memenuhi sendiri cabai. Termasuk pula kemungkinan kemandirian pangan lainnya,”
jelas Ismed.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tw/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%