detikcom
Sabtu, 06/07/2013 10:05 WIB

4 Aksi Ahok Hajar 'Gajah' PKL

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 5 Next »
Jakarta - Kantong-kantong pedagang kaki lima (PKL) yang semrawut di Ibukota segera ditata. Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memiliki 'ramuan' menertibkan para pedagang.

Bagi Ahok, penertiban PKL harus dimulai dari titik-titik konsentrasi PKL berada yakni di pasar-pasar utama seperti Pasar Jatinegara, Pasar Minggu dan Tanah Abang. Tumpahnya PKL di jalanan mengakibatkan kemacetan luar biasa di kawasan itu.

Ahok lantas membuat gebrakan berani dengan melarang PKL yang tidak ber-KTP DKI berdagang. Selain itu, suami Veronika Tan ini juga tengah menggodok realisasi
ruang bawah tanah dari HI ke Monas yang nantinya diperuntukkan bagi PKL.
Tidak hanya itu, Ahok siap menyebar relawan untuk memantau sepak terjang PKL agar tidak sembarangan berdagang.


Berikut 4 aksi Ahok menghajar 'gajah' PKL:

Next page :
1. Tidak Ber-KTP Out




Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%