detikcom
Selasa, 02/07/2013 21:19 WIB

Gempa Aceh Akibatkan Jalur Transportasi Bireuen-Takengon Terputus

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Gempa 6,2 Skala Richter yang mengguncang Aceh melumpuhkan jalur transportasi Jalan Bireuen-Takengon, tepatnya di titik Singah Mata, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Longsor juga terjadi di titik lain yang dilalui jalan tersebut.

"Jl Birun-Takengon lumpuh total dikarenakan jalan putus total. Tidak bisa dilalui untuk sementara," kata Anggota RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Mandala kepada detikcom, Selasa (2/6/2013).

Di titik lain di Jl Birun-Takengon tersebut juga terjadi longsor yang menimbun lima rumah. 17 orang juga dikabarkan mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Mandala juga mengabarkan adanya korban jiwa akibat gempa itu. Dari informasi yang belum terkonfirmasi secara resmi, tercatat enam orang tewas akibat gempa yang terjadi pukul 14.45 WIB tersebut.

Mandala mengungkapkan, terdapat banyak rumah penduduk yang ambruk di daerah Blang Mancung. Selain itu, daerah Cekal, Kecamatan Timang Gajah terdapat empat rumah ambruk dan delapan rumah retak. Masyarakat terpaksa mengungsi ke tenda yang didirikan Kepolisian Bener Meriah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah.

Kerusakan bangunan juga terjadi di Kampung Buntul, Kecamatan Permata. "Satu buah rumah ambruk dengan pemilik atas nama Ibu Ira (50). Namun di sana tak ada korban jiwa," ungkap Mandala yang menyambung informasi dari BPBD.





Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dnu/ray)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%