Detik.com News
Detik.com

Rabu, 26/06/2013 17:40 WIB

Mantan JI: Teroris Indonesia Telah Ahli Membuat Bom Nitrogliserin

Muchus Budi R. - detikNews
Mantan JI: Teroris Indonesia Telah Ahli Membuat Bom Nitrogliserin ilustrasi
Solo - Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI), Abdul Rahman Ayub, menegaskan agar segera memberikan perhatian khusus terhadap kemungkinan aksi teroris menggunakan bom nitrogliserin. Menurutnya, para pelaku teror di Indonesia saat ini telah memiliki kemampuan tingkat ahli dalam pembuatan bom berdaya ledak tinggi tersebut. Tinggal satu langkah lagi untuk menjadi sempurna.

"Mereka masih terus mengembangkan karena itu hingga saat ini bom jenis ini belum pernah digunakan dalam aksi teror. Mereka sudah berhasil membuat bom jenis nitrogliserin secara cukup bagus, namun belum mampu membuat alat pemicu yang aman, sehingga hasil rakitannya masih disimpan untuk dikembangkan lagi," ujar Ayub dalam diskusi dengan wartawan di Solo, Rabu (16/6/2013).

Veteran perang Afghanistan yang juga pernah memimpin JI wilayah Australia tersebut mengatakan penggunaan bom nitrogliserin di kalangan teroris pada dasarnya terinspirasi dari bom-bom lempar buatan Soviet (Rusia) yang memiliki kandungan yang sama. Para teroris itu mengembangkan pembuatan bom nitrogliserin dari bom-bom milik tentara Soviet yang gagal meledak.

Ayub lebih lanjut menegaskan, jaringan teroris di Solo merupakan salah satu kelompok yang cukup serius mempelajari pembuatan bom jenis nitrogliserin. Pendapat Ayub tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai. Menurut Mbai kelompok Badri dan kelompok Ab Hanifah di Solo adalah salah satu simpul penting dari jaringan kelompok bom nitrogliserin.

"Para perakit bom ini mendapatkan keahliannya di Poso. Ada sekitar 300 orang yang berlatih membuat bom, baru sekitar 100 orang yang telah tertangkap. Memang dari semua ahli perakitan bom itu semuanya menguasai pembuatan bom nitrogliserin. Ada beberapa kelompok kecil kemudian mencoba mengembangkannya. Yang dikhawatirkan jika mereka menularkan keahliannya itu ke kelompok lain," ujarnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mbr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%