Detik.com News
Detik.com

Rabu, 26/06/2013 16:21 WIB

Sidang Bioremediasi Chevron

Endah Sindir Sudut Ruang Kejaksaan yang Disulap Jadi Laboratorium

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Manajer Lingkungan PT Chevron Pacific Indonesia untuk Sumatera Light North (LSN) dan Sumatera Light South (SLS) Endah Rumbiyanti menyindir jaksa yang mendakwanya telah melakukan korupsi dalam kegiatan bioremediasi. Rumbi menilai hasil temuan jaksa tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Menurut Rumbi, hasil temuan versi kejaksaan itu dipertanyakan validitasnya karena berasal dari laboratorium yang tak bersertifikat. Rumbi menyebut, laboratorium itu dibuat 'seadanya' saja.

"Bagaimana jaksa bisa mendasarkan dakwaanya pada hasil dari laboratorium yang dibuat secara dadakan di salah satu sudut ruang di kantor kejaksaan," kata Rumbi membacakan duplik di pengadilan Tipikor Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (25/6/2013).

Rumbi juga mempertanyakan ahli bernama Edison Effendi yang digunakan kejaksaan untuk menilai bioremediasi yang telah dilakukan PT Chevron Pacific Indonesia. Menurut Rumbi, Edison tidak bisa dihadirkan sebagai saksi karena adanya konflik kepentingan. Perusahaan yang dimiliki Edison kalah dalam tender bioremediasi yang dilakukan Chevron.

"Edison Effendi memiliki conflict of interest," ujar Rumbi.

Rumbi mengatakan, selama ini bioremediasi yang dilakukan PT CPI sudah sesuai dengan prosedur. Laboratorium yang dimiliki oleh perusahaan multinasional itu juga sudah memiliki sertifikat internasional.

Terlepas dari dasar dakwaan jaksa, menurut Rumbi, dia sama sekali tidak memiliki tugas dan kewenangan terkait dengan bioremediasi. Adapun, kaitannya dengan proyek ini, adalah ketika dia dikirim oleh PT CPI untuk hadir di Kejagung, saat kasus ini masih berada di tahap penyelidikan.

"Awalnya ketika saya dalam perjalanan dari bandara ke kantor kejaksaan, saya merasa bangga bisa menyumbangkan ilmu saya kepada nusa dan bangsa. Kepada penegak hukum, yang memerlukan informasi mengenai bioremediasi," beber Rumbi.

"Namun betapa terkejutnya saya ketika mengetahui saya dijadikan tersangka. Penyidik malah menetapkan orang menjadi lentera penerang mengenai bioremediasi menjadi tersangka. Apa salah ibu lima anak ini," sambungnya, dengan terbata-bata.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjp/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%