Detik.com News
Detik.com
Jumat, 21/06/2013 00:15 WIB

Diplomasi Makan Siang Jokowi dan Warga Waduk Pluit Berlanjut Pekan Depan

Mulya Nurbilkis - detikNews
Diplomasi Makan Siang Jokowi dan Warga Waduk Pluit Berlanjut Pekan Depan
Jakarta - Jokowi pernah memanggil perwakilan warga Pluit dalam perjamuan makan untuk membahas proses pengerukan Waduk Pluit. Selasa depan, Gubernur DKI ini kembali mengundang 18 warga Waduk Pluit untuk makan siang di Balaikota.

"Saya enggak mau sambutan, kali ini saya mau ngajak 15 orang warga untuk makan siang sama saya hari Selasa nanti," kata Gubernur Joko Widodo saat didaulat memberikan sambutan di atas panggung acara penanaman pohon di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Kamis (20/6/2013)

Jokowi menunjuk langsung warga yang akan diajaknya makan. Orang pertama hingga ketiga adalah orang yang menerima secara simbolis pohon yang akan ditanam sendiri oleh warga.

"Yang pertama, saya panggil bapak daeng Sampra Daeng Ali, ini yang kedua yang di samping saya, yang lainnya saya mau tunjuk langsung," ucap Jokowi yang disambut tepuk tangan warga.

Suasana pun tiba-tiba menjadi menjadi riuh. Para ibu-ibu yang semula duduk langsung berdiri dan unjuk tangan. Sesekali berteriak agar menarik perhatian Jokowi yang masih sedang memilih kontestan warga yang akan makan siang bersamanya. Beberapa ibu-ibu yang disebutkan ciri-cirinya oleh Jokowi pun berlari suka cita menuju panggung.

Usai memilih 15 orang, warga masih tetap meminta agar Jokowi menambah jumlah yang akan makan bersamanya. Akhirnya ia pun mengalah dengan menambah tiga orang lagi.

"Ya sudah, saya tambah 3 lagi. Tidak bisa banyak-banyak soalnya ruangan di balaikota juga kecil," tutur Jokowi sambil tersenyum.

Saat ditanyai apakah itu salah satu caranya untuk membujuk warga Pluit pindah, Jokowi menyangkal hal itu.

"Apanya yang politik makan siang, ini hanya makan siang biasa. Nanti mereka kita panggil bergiliran," pungkasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gah/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%