Kamis, 20/06/2013 13:51 WIB

Sidang Kasus Cebongan

Hendropriyono: Saya Bekas Prajurit, Saya Yakin Mereka Tidak Setolol Itu

Bagus Kurniawan - detikNews
Dok detikcom
Bantul - Mantan Kepala BIN Jenderal Purn AM Hendropriyono datang memantau sidang kasus Cebongan. Ia mengapresiasi proses sidang dan menilai dakwaan sangat berlebihan. Berikut komentar lengkapnya.

"Memang ada pelanggaran tapi sifatnya spontan. Ini bisa jadi pelajaran," kata Hendro usai menyaksikan sidang dengan terdakwa Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan Koptu Kodik di Pengadilan Militer Yogyakarta, Kamis (20/6/2013).

Hendro menilai penyerangan LP Cebongan bukanlah pembunuhan berencana sebagaimana dakwaan yang dibacakan oditur. Penyerangan itu tampaknya sangat spontan dan sama sekali tidak terencana. Para prajurit tidak cukup berpengalaman untuk menyiapkan tindakan tersebut.

"Saya kira mereka tidak setolol itu, saya ini bekas prajurit," tegas pria yang memulai karier kemiliteran di Kopassus ini.

Hendro menyampaikan apresiasi terhadap terdakwa yang berdiri sepanjang pembacaan dakwaan selama dua jam lebih. "Saya belum pernah melihat yang seperti ini," ungkap lelaki bernama lengkap Abdullah Mahmud Hendropriyono ini.

Oditur mendakwa Ucok cs melakukan pembunuhan bersama-sama dan subsidair melakukan penganiayaan hingga menyebabkan kematian. Dalam dakwaan setebal 61 halaman, dijelaskan secara rinci kronologi penyerangan LP. Ucok cs dianggap memegang peranan penting di dalamnya.

Oditur menyebutkan barang bukti yang disita di antaranya mobil Avanza, 3 buah senjata AK-57, 2 magasin AK-47, dan 2 replika senjata api. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda eksepsi terdakwa.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(try/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close