Detik.com News
Detik.com
Kamis, 20/06/2013 10:24 WIB

Jubir SBY: Koalisi dengan PKS Selesai

FIRDA PURI AGUSTINE - detikNews
Jubir SBY: Koalisi dengan PKS Selesai
Jakarta - Keberadaan PKS di Setgab koalisi dinilai sudah tamat. PKS dinilai telah melanggar code of conduct koalisi.

"Dalam code of conduct tertulis jelas bahwa koalisi dibentuk dengan asas kebersamaan. Apabila ada partai yang tidak lagi berada dalam kesepahaman, sudah secara langsung atau tidak, otomatis, tak diakui lagi dalam koalisi," kata Juru Bicara Presiden SBY, Julian Aldrin Pasha, seperti dikutip dari Harian Detik, Kamis (20/6/2013).

Setiap ketua umum partai koalisi telah menyepakati dan meneken kesepakatan code of conduct. Melawan kebijakan pemerintah dengan menolak APBN-P 2013 otomatis mengakhiri keanggotaan PKS di Setgab koalisi.

"Partai koalisi merujuk pada code of conduct itu. Jelas dari sana, sikap Presiden juga sudah jelas, koalisi (dengan PKS) selesai sudah," tegas Julian.

Lalu bagaimana mengenai menteri PKS? Menurut Julian, Presiden SBY sedang mempertimbangkan keputusan terbaik.

"Presiden tentu memiliki banyak sekali pertimbangan dan kebijakan untuk mengangkat atau mencopot menterinya. Tentu saja ini menjadi pertimbangan beliau," katanya.

"Kapan atau keputusan seperti apa yang akan diambil, hanya Presiden yang tahu. Kita tunggu saja, lanjutya.

Julian menilai akan lebih terhormat kalau PKS legawa mundur dari koalisi. Presiden pun, kata Julian, sudah memberikan sikap yang jelas, yakni mempersilakan PKS menarik tiga menterinya dari kabinet.

Untuk membaca laporan berita Juru Bicara Presiden: Koalisi dengan PKS Tamat, bisa dibaca di harian detikpagi edisi terbaru.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%