detikcom
Rabu, 19/06/2013 07:57 WIB

Ini Rangkaian Acara HUT DKI ke-486

Mulya Nurbilkis - detikNews
Halaman 1 dari 4
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta siap menghibur warga Ibu Kota di hari ulang tahunnya. Ada apa saja di perayaan ke 486 ini?

"Kita ada 15 kegiatan untuk puncak ulang tahun nanti," kata Ketua Panitia Sylviana Murni di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (18/6/2013)

Kegiatan ini tersebar di beberapa titik dari kawasan Monas hingga jalan Sudirman. Rangkaian acara ditanggal 22 Juni 2013 dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan apel upacara spesial HUT DKI di Plaza Selatan Monas.

Upacara ini akan dipimpin langsung Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan dihadiri oleh seluruh jajaran SKPD Pemprov DKI serta anggota DPRD Jakarta.

Para peserta upacara pun harus menggunakan pakaian khas betawi yakni jas ujung serong untuk lelaki dan kebaya encim bagi perempuan.

Usai upacara, akan dilaksanakan rapat paripurna istimewa DPRD Jakarta di gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Diagendakan rapat dimulai pukul 09.30 WIB dan rencananya akan dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi.

Di bilangan Monas, terdapat beberapa acara yakni acara Monorail Exbition yang memajang replika monorail di sisi Timur Silang Tenggara Monas pada pukul 16.00 WIB. Next

Halaman 1 2 3 4

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%