detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 19/06/2013 01:22 WIB

Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi

Robert - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mahasiswa melakukan perusakan (Robert/detikcom)
Samarinda, - Mahasiswa di Samarinda, Kaltim, yang berdemonstrasi menolak kenaikan harga BBM bentrok dengan polisi. Upaya polisi membubarkan paksa mendapatkan perlawanan mahasiswa dengan melempar batu dan bom molotov.

Bentrok terjadi sekitar pukul 23.20 WITA saat mahasiswa memblokir Jl M Yamin, depan pusat perbelanjaan Samarinda Square. 200 aparat kepolisian dari Polresta Samarinda dilengkapi peralatan anti huru hara dan dipimpin langsung Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto Santoso, berupaya membubarkan paksa mahasiswa.

Tidak hanya itu, aparat kepolisian juga dilengkapi senjata gas air mata, memukul mundur mahasiswa hingga masuk ke dalam area kampus Universitas Mulawarman yang berjarak sekitar 300 meter dari depan pusat perbelanjaan tersebut. Tiga unit kendaraan water canon turut mengejar mahasiswa.

"Atas nama undang-undang, unjukrasa anda telah melanggar undang-undang karena telah mengganggu ketertiban umum," tegas Arief kepada mahasiswa saat berada di atas kendaraan water canon.

Meski berhasil memaksa mahasiswa masuk ke dalam kampus Universitas Mulawarman, polisian tetap mendapatkan perlawanan. Saling lempar batu pun tidak terhindarkan.

Bahkan beberapa mahasiswa melemparkan bom molotov ke arah aparat kepolisian di depan jalan masuk kampus. Kepolisian pun membalas dengan tembakan gas air mata beberapa kali sehingga membuat mahasiwa lari kocar kacir.

Hujan batu berlangsung sekitar 30 menit. Ratusan aparat kepolisian akhirnya mulai melunak dengan menarik diri perlahan dari pandangan mahasiswa sekitar pukul 00.15 WITA, meski terus mendapat lemparan batu dan bom molotov. Meski begitu, kepolisian tetap memilih untuk tidak meladeni aksi brutal mahasiswa.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fdn/fdn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close