Detik.com News
Detik.com
Senin, 17/06/2013 16:12 WIB

Saksi Meringankan Sebut Hercules Datang Bawa Nasi Kotak untuk Polisi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Halaman 1 dari 2
Saksi Meringankan Sebut Hercules Datang Bawa Nasi Kotak untuk Polisi
Jakarta - Kuasa hukum Hercules menghadirkan saksi meringankan untuk mematahkan surat dakwaan dari jaksa penuntut umum. Edi Turangga, teman Hercules yang dijadikan sebagai saksi meringankan, menyatakan sahabatnya itu datang untuk membawa nasi kotak untuk polisi.

"Saya tinggal di kompleks itu. Saya melihat Hercules datang dengan mobil, sendirian. Terus dia turun dari mobil bawa nasi box. Buat diberikan ke petugas kepolisian," ujar Edi dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jl S Parman, Senin (17/6/2013).

Namun Hercules yang tengah membawa nasi kotak tersebut tidak bisa bertemu dengan petugas kepolisian yang tengah melakukan apel di ruko Rich Place, Kembangan, Jakbar. Gara-garanya, mobil Hercules terhalangi oleh mobil lain.

"Itu kan ada mobil yang menghalangi. Pak Hercules turun terus marah ke Bu Sandra. Kemudian Pak Hercules buka kaos dan marah," kata Edi yang merupakan teman sekaligus kolega Hercules di Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) ini.

Karena niatnya untuk memberikan nasi kotak kepada polisi batal, Hercules lantas pulang ke rumahnya. Edi mengikuti Hercules pulang ke rumah.

"Saya nanya ke Pak Hercules tadi ada kejadian apa. Belum sempet ngomong tapi udah ada tembakan itu. Waktu tembakan itu Pak Hercules keluar rumah kemudian menemui Pak Hengki (Kasat Reskrim Jakbar). Sempat ada obrolan tapi saya nggak tahu apa. Setelah itu mereka pelukan," kata Edi.

Menurut Edi, mendengar adanya suara tembakan tersebut, Hercules dan kawan-kawannya lantas kembali mendekat ke arah ruko. Begitu mereka kembali ke lokasi, polisi melakukan penangkapan. Edi merupakan salah satu orang yang ikut ditangkap. Namun belakangan Edi dibebaskan oleh polisi.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjp/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%