Detik.com News
Detik.com

Jumat, 14/06/2013 04:58 WIB

Tersangka Korupsi Tafsir Nurchamid akan Dicopot dari Posisi Warek UI

Fajar Pratama - detikNews
Tersangka Korupsi Tafsir Nurchamid akan Dicopot dari Posisi Warek UI
Jakarta - KPK menetapkan Wakil Rektor UI Tafsir Nurchamid sebagai tersangka dugaan korupsi instalasi peralatan di perpustakaan UI. Ternyata pihak universitas juga akan mencopot Tafsir dari jabatannya.

"Bahwa tanggal 22 Juni akan ada sertijab. Mulai dari SU, Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2 dan Wakil Rektor 3," ujar Farida Haryoko, Head of Communication Office Universitas Indonesia, Jumat (14/6/2013).

Farida mengatakan, serah terima jabatan pimpinan UI tersebut sama sekali tidak terkait dengan penyidikan yang dilakukan KPK terhadap Tafsir yang menjabat sebagai rektor dua. Hal itu sudah direncanakan sejak lama.

"Pergantian jajaran pimpinan yang telah dirancang sejak pelantikan Pj rektor," kata Farida.

KPK menetapkan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Layanan Administrasi Umum UI, Tafsir Nurchamid sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan teknologi informasi (IT) perpustakaan UI.

"Setelah melakukan penyelidikan pembangunan dan instalasi perpustakaan pusat di UI tahun anggaran 2010-2011, kami temukan dua alat bukti yang cukup bahwa Wakil Rektor bidang SDM dan Pelayanan Administrasi Umum berinisial TN sebagai tersangka," ujar Jubir KPK Johan Budi di kantornya, Kamis (13/6/2013).

Johan mengatakan Tafsir dijerat dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. "Diduga sementara TN sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini," kata Johan.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%