Selasa, 11/06/2013 10:16 WIB

4 Nama Calon Pengganti Taufiq Kiemas untuk Posisi Ketua MPR

Ahmad Toriq - detikNews
Almarhum Taufiq Kiemas,
Jakarta - PDIP saat ini sedang mencari pengganti Taufiq Kiemas di posisi Ketua MPR. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan menunjuk pengganti almarhum suaminya di pucuk pimpinan MPR.

Wakil Ketua Fraksi PDIP DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan saat ini paling tidak ada empat nama yang laik menjadi pengganti Taufiq Kiemas. Dua di antaranya adalah Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan Ketua DPP PDIP Sidarto Danusubroto.

"Kita lihat struktur dulu, kalau jabatan tertinggi tertinggi di DPP ya Sekjen Tjahjo Kumolo. Atau paling senior di DPR RI plus ketua DPP ya Pak Sidarto Danusubroto," kata Tubagus kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2013).

Selain kedua tokoh PDIP itu, Tubagus juga menilai ada dua tokoh PDIP lainnya yang cocok menjadi Ketua MPR. Mereka adalah Puan Maharani dan Pramono Anung.

"Kita lihat dari struktur dulu, struktur yang ada di DPR ada Pramono Anung wakil ketua DPR, Mbak Puan Maharani Ketua Fraksi, strukturnya seperti itu," ujarnya.

Tubagus mengatakan Megawati yang akan menentukan pengganti Taufiq Kiemas di posisi Ketua MPR. Megawati diyakini akan memilih tokoh yang bisa menjembatani perbedaan di PDIP.

"Siapa nanti dibuat keputusan oleh Ibu Megawati," tuturnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%