detikcom
Selasa, 11/06/2013 03:58 WIB

Sidang Bioremediasi Chevron

Rekor Sidang 13 Jam, Kukuh Kertasafari Dituntut 5 Tahun Penjara

Moksa Hutasoit - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kukuh Kertasafari (Foto: Moksa/detikcom)
Jakarta - Sidang pembacaan tuntutan terhadap Kukuh Kertasafari berjalan 13 jam, hingga berganti hari. Koordinator Tim Environmental Issues Seatlement SLS Minas PT Chevron Pacific Indonesia itu akhirnya dituntut jaksa selama 5 tahun penjara.

Sidang ini sebenarnya dimulai sekitar pukul 14.20 WIB di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (10/6) kemarin. Sempat diskors beberapa menit jelang pergantian hari, tepat pukul 03.45 WIB, Selasa (11/6/2013) sidang akhrinya berakhir.

Jaksa meminta kepada majelis yang diketuai oleh Sudharmawati Ningsih menjatuhkan vonis kepada Kukuh selama 5 tahun penjara. Tidak hanya itu, Kukuh juga diharuskan membayar uang denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan.

"Menyatakan terdakwa Kukuh Kertafasari terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi," kata jaksa Sugeng Sumaarno yang menjerat Kukuh dengan Pasal 2 ayat 1 UU Pemberantasan Korupsi.

Sidang maraton ini jelas menguras tenaga. Kukuh sendiri bahkan sempat meminta istirahat dan sempat dipijat oleh rekannya.

Raut wajah jajaran kuasa hukum Kukuh jelas menunjukan lelah. Tidak terkecuali majelis hakim yang bertugas. Tiga orang jaksa, Sugeng, Aariawan Agustiartono, Syamsul Kasim yang membaca secara bergantian pun merasa letih yang luar biasa. Bisa terlihat dari ritme pembacaan surat tuntutan yang naik turun intonasinya.

Beberapa pengunjung sidang bahkan tidak sedikit yang tertidur. Ada yang di lantai hingga di kursi. Suasana sidang semakin tidak kondusif karena mesin pendingin ruangan, sejak sidang dimulai tidak berfungsi.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%