detikcom

Minggu, 09/06/2013 19:44 WIB

Korsleting Listrik, Sebuah Minibus Terbakar di Bandara Soekarno-Hatta

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Sebuah mobil minibus terbakar di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kebakaran diduga akibat arus pendek listrik di mobil tersebut.

"Itu karena korsleting listrik," ujar petugas Polres Metro Bandara, Aiptu Prayogo saat dikonfirmasi, Minggu (9/6/2013).

Tidak diketahui jenis minibus yang terbakar. Mobil itu terbakar di dekat terminal 2D sekitar pukul 19.15 WIB. Saat terbakar, cuaca di lokasi sedang diguyur hujan ringan.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Sopir minibus yang diketahui bernama Tukino berhasil menyelamatkan diri.

"Sekarang mobil sudah dipadamkan," imbuh Prayogo.

Namun peristiwa itu tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar bandara.

"Karena jalannya cukup lebar, jadi nggak tersendat," tutur Prayogo.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rmd/rna)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%