Detik.com News
Detik.com
Minggu, 09/06/2013 17:46 WIB

Tutut Bercerita Soal Keakraban Soeharto dan Taufiq Kiemas

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Tutut Bercerita Soal Keakraban Soeharto dan Taufiq Kiemas
Jakarta - Putri mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) menyampaikan belangsukawa atas meninggalnya Ketua MPR Taufiq Kiemas. Tutut bercerita soal keakraban Taufiq dengan ayahnya pasca lengser dari presiden.

"Dia sosok yang baik dan sosok yang selalu menjaga silaturahmi. Dan pas bapak ada, juga dia datang untuk menengok bapak dan sempat bercengkerama ketawa-ketawa dengan bapak dan sangat baik sekali," kata Mbak Tutut di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (9/6/2013).

Tutut menilai sifat Taufiq semasa hidup sangat baik dan tidak pernah menunjukkan sikap permusuhan. "Kalau kami undang selalu datang, sangat berkesan sekali. TK tidak pernah menampilkan permusuhan dan sebagainya," ungkapnya.

Tutut mewakili keluarga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Taufiq Kiemas. "Semoga diterima di sisi Allah SWT dan diampuni dosanya," ucapnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fiq/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%