Minggu, 09/06/2013 11:23 WIB

Upacara Pemakaman Dimulai, Riwayat Hidup Taufiq Dibacakan

Siti Aisyah - detikNews
Jakarta - Upacara pemakaman Taufiq Kiemas dimulai. Agenda pertama adalah pembacaan riwayat hidup suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut.

Riwayat hidup dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden Brigjen TNI Benny Indra Pujihastono di TMP Kalibata, Jaksel, Minggu (9/6/2013). Hadir dalam upacara itu, seluruh pejabat negara, mulai dari Presiden SBY, Wapres Boediono dan tokoh lainnya.

Benny menyampaikan perjalanan karier politik Taufiq mulai sejak aktif di HMI, GMNI hingga jadi politikus senior PDIP. Latar belakang keluarga pria berusia 70 tahun itu pun disampaikan.

Tak lupa, tanda jasa dan bintang kehormatan yang pernah diperoleh TK pun cukup banyak. Salah satunya bintang Adhi Pradana.

Setelah riwayat hidup, Presiden SBY selaku inspektur upacara membacakan sambutan apel persada.

Tak lama kemudian, mulailah upacara militer dengan mengangkat senjata ke udara.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%