Sabtu, 08/06/2013 11:02 WIB

Museum Soeharto di Dusun Kemusuk Diresmikan

Bagus Kurniawan - detikNews
Bantul, - Meski telah tutup usia pada 2008 silam, namun hari kelahiran Soeharto tetap diperingati. Peringatan harlah ke-92 ini sekaligus peresmian museum Soeharto. Selain kerabat dekat, hadir pula sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh politik nasional.

Acara peringatan, Sabtu (8/6/2013), dipusatkan di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, yang merupakan tempat kelahiran Soeharto. Selain sumur tempat Soeharto pertama kali dimandikan, di sini pula patung Soeharto terbuat dari tembaga didirikan sebagai bagian dari kompleks museum oleh H. Probosutedjo.

Anak mendiang Soeharto yang hadir di lokasi di antaranya adalah Ny. Siti Hardiyanti Rukaman, Titiek Soeharto dan Hutomo Mandala Putra. Menteri yang hadir adalah Menko Kesra Agung Laksono, Menhan Poernomo Yosgiantoro dan Mendikbud M. Nuh. Hadir pula Ketum Partai Hanura Wiranto, mantan KSAD Soebagyo dan Ny. Umar Wirahadikusumah.

Doa peresmian dipimpin oleh mantan Menag Maftuh Basyuni. Di dalam doa tersebut, Maftuh mengingatkan bahwa Soeharto telah berbuat sangat banyak bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Meski ada juga kesalahan yang diperbuat sebagaimana manusia lainnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%